Senin, 02 Mei 2011

Rivew Buku: Pembangunan Desa

Judul Buku : Proses Pembangunan Desa

Penyusun : B.N. Marbun, SH.

Penerbit : Erlangga

Tahun : 1988

Judul Buku : Extension Education and Rural Development

Penyusun : John Wiley

Editor : Bruce R

Penerbit : British Library

Tahun : 1981


Pengambilan dua buku yang berbeda sumber ini bertujuan agar dapat mengetahui pembangunan desa dari berbagai sudut pandang.

Dalam buku ini penulis lebih sering menceritakan tentang kondisi desa-desa pada masa penjajahan yang dilingkupi dengan kemiskinan, dikarenakan mata pencaharian masyarakat yang tidak mengalami perkembangan apapun, baik dari segi luas tanah maupun cara pengolahan, padahal jumlah penduduk desa terus bertambah mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan.

Selain itu penulis memaparkan kehidupan desa di indonesia berada dalam masa transisi dan lingkungan sosial yang banyak menimbulkan banyak pertanyaan tanpa jawaban yang memuaskan, seperti menurunnya rasa solidaritas, tanah garapan yang tidak cukup, pengangguran, kemiskinan dan hari depan yang suram.

Dari keterangan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa desa memiliki sumber daya alam dan lingkungan yang sangat melimpah, akan tetapi penduduk atau sumber daya manusia yang ada, tidak mampu mengelola sumber daya alam tersebut dengan baik sehingga menimbulkan berbagai permasalahan khususnya kemiskinan.

Mengingat masalah desa identik dengan masalah kemiskinan, tanah garapan yang tidak cukup, keterbelakangan dan pengangguran maka pendekatan sektoral atau parsial hanya mengurangi rasa sakitnya tetapi tidak menyembuhkan penyakit atau masalah yang ada dan tidak tidak menyediakan bekal bagi proses penyehatan menyeluruh untuk masa depan. Penulis mencoba menjembatani permasalahan yang ada pada desa lewat pembangunan yang menyeruluh dan integral serta berpola nasional sebagai pelengkap bagi kerangka strategi yang telah digariskan dalam Garis-garis Besar Halauan Negara (GBHN). Berikut Kerangka pokok yang penulis berikan.

1. Pembangunan Industri Besar yang Padat Karya di luar pulau Jawa

2. Pembangunan secara Integral Kota – Pinggiran Kota dan Desa sekelilingnya

3. Pembangunan Integral Kota dan Desa Pantai serta Sistem Komunikasi

4. Indonesia dan kekayaan laut yang belum dikembangkan

5. Transmigrasi dan Cita-cita Pancasila serta Perencanaan yang lebih integral

6. Pembangunan industri menengah dan kecil di pinggiran Kota – Desa

7. Pembangunan Pertanian dan Perikanan Industri di Indonesia

8. Sistem Pendidikan dan Pembangunan desa.

Secara sepintas dari beberapa masukan atau ide dari penulis merupakan sebuah hayalan semata, akan tetapi kerangka pikiran tersebut memang diperlukan dalam pembangunan desa ke masa depan.

Riview buku yang kedua yang berjudul Extension Education and Rural Development pada Bab 2 hal 25 menjelaskan 5 dasar pembangunan desa yang ada di negara solomon yaitu :

1. Hubungan kemasyarakatan atau Sosialisasi

Sosialisasi antar masyarakat sangat mempengaruhi dalam proses pembangunan desa, karena jika antar masyarakat memiliki masalah yang mengakibatkan permusuhan maka pembangunan desa tersebut akan terhambat. Selain itu didalam buku ini mencontohkan proses sosialisasinya seperti seorang guru yang memberikan informasi kepada murid-murid mengenai kondisi desa saat ini dan bagaimana untuk membagun desa agar menjadi lebih baik

2. Nilai-nilai

Nilai-nilai yang ada didalam desa itu menjadikan dasar terhadap pembangunan desa seperti adanya solidaritas yang tinggi dan gotong royong

3. Strata Sosial

Strata sosial juga menjadi dasar pembangunan desa seperti para pejabat dan tokoh masyarakat mendukung dengan adanya perubahan dan pembangunan desa.

4. Dorongan atau Motivasi

Dorongan tersebut akan timbul karena melihat kondisi desa yang memiliki keterbelakangan dalam berbagai bidang. Hal ini dijadikan sebuah motivasi untuk dijadikan dasar pembangunan desa

5. Kepemimpinan

Sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa karena adanya sosok pemimpin dapat menggerakkan masyarakat, tentunya jika menginginkan pembangunan desa yang baik dan berwawasan lingkungan diperlukan sosok pemimpin yang arif dan bijaksana.

Dari 5 dasar tersebut merupakan point-point yang harus ada dalam pembangunan desa karena jika salah satu saja tidak ada maka akan mengakibatkan terhambatnya pembangunan desa.Terdapat persamaan prinsip dari kedua buku tersebut terhadap pembangunan desa akan tetapi hal tersebut tidak bertolak belakang terhadap buku yang laen bahkan saling melengkapi.

Selasa, 19 April 2011

Media Pembelajaran Audio Visual

Media pembelajaran geografi dapat menggunakan gabungan antara visual dan audio, atau biasa disebut dengan video. Manfaat media dalam pembelajaran dapat mempermudah dan memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Kemudahan tersebut dipengaruhi oleh kemampuan media sebagai perantara penyampaian informasi yang tidak hanya menggunakan satu panca indera. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dipertahankan dalam ingatan Media yang dirancang di sini adalah media pembelajaran geografi Submateri Tenaga endogen (seisme), yang termasuk dalam kajian Litosfer. Mau Liat Hasilnya Klik Pada Gambar untuk mendownloadnya.

Kamis, 17 Maret 2011

Praktek Lapangan Bersama Golden'08



Alun – alun Kota Malang merupakan inti kota ataupun sebagai sentral bisnis distrik Kota Malang. Disekitarnya dikelilingi oleh mal, masjid, kantor pemerintahan, bank, kantor pos, gereja, hotel dan sekolah. Alun-alun yang ada juga cukup baik karena masih terdapat Ruang Terbuka Hijau yang cukup luas. Pertimbangan dalam penentuan alun-alun sebagai inti kota dapat dilihat melalui aspek –aspek seperti topografi alun – alun yang cukup datar jika dibandingkan dengan topografi wilayah sekitarnya. Alun –alun merupakan sentral dari tujuan urban yang datang di Kota Malang, berbagai kegiatan masyarakat dilakukan di inti kota ini bahkan sampai larut malam kota ini tetap hidup.

Dari pengalaman yang saya alami

terdapat pengelompokan etnis tertentu seperti kampung Arab di daerah Kauman, Cina, Belanda di daerah Ijen, dan Madura di daerah mergosono sekitar stasiun Kota lama yang semua itu mengelilingi inti Kota Malang ini. Akan tetapi Etnis tersebut tetap bermasyarakat dengan baik seperti kegiatan perdagangan yang ada di pasar besar.

Dilanjutkan menuju Comboran yang merupakan daerah selaput kota. Perkembangan kota dari pusat menuju ke daerah ini akan tetapi lalu lintas yang ada terlihat tidak teratur seperti terjadi kemacetan karena banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan yang memakan banyak bahu jalan dan trotoar dijadikan tempat arena berjualan berbeda dengan di alun-alun yang menjaga tata tertib lalu lintas.


Field trip kali ini diakhiri perjalanan menuju Lapangan Rampal, perjalanan dari Comboran menuju Rampal dapatt kita lihat berbagai macam fenomena sosial diantaranya Perumahan kumuh yang ada di pinggiran sungai brantas, pengamen dan pengemis yang sedang melangsungkan kebiasaan mereka di pinggir-pinggir jalan, dan adanya kegiatan jual beli karena terdapat banyak pertokoan.

Lapangan Rampal menjadi salah satu area yang difungsikan sebagai lahan terbuka hijau yang masih ada di Kota Malangl. Lapangan ini juga digunakan sebagai tempat olahraga, untuk penyelenggaraan kegiatan hiburan seperti konser musik, acara kenegaraan serta sebagai tempat latihan kemiliteran bagi personil TNI.